Di genggamnya pasti sekujur batang berurat tsb, sambil mengangkat sedikit punggungnya dan mengangkat lebih tinggi pahanya, Reva mulai menusukan ujung penis Sigmund pada lubang destinasi sesaat sebelumnya menyinggahi kelentit.Begitu kepala penis tsb menyumpal mekie nya, Reva melepaskan genggamannya lalu mencengkram pinggang sang profesor dengan kedua tangannya. Dan dengan alat pengukur tsb, ia mulai mengukur jarak antara “instrument-instrument” di dalamnya, seperti klitoris, lubang urinior dan liang peranakan, tak lupa juga Sigmund mengukur berapa jarak antara anus dan vagina mahkluk bumi tsb. Bokeb Dalam perbincangan tsb, Sigmund bertanya pada Reva tentang sesuatu yang menderanya kini, sesuatu yang tak bisa di gambarkan atau di ungkapkan dan Reva menjawab bahwa ia sedang jatuh cinta.” berarti kamu sedang jatuh cinta, cinta pada pandangan pertama ” jawab Reva sembari menowel hidung Sigmund yang mancung.




















