Kutinggalkan rumahnya menuju rumahku.Ini yang kuheran. “Hey, kenapa lo?”
“Hhh, nggak apa-apa,” jawabku sambil berusaha berdiri dan menegak-negakkan badan. Bokep barat Aku merutuki diriku sendiri. Sampai-sampai sempat aku berpacaran dengan 2 wanita lain sekaligus ketika aku berpacaran dengannya. Bingung? Panas, itu yang kurasakan. Kepalaku sudah berat. Dicemberuti oleh si Indri. Yang ada di otakku adalah bagaimana caranya membujuk Felly untuk mau menemaniku di tempat tidur nanti malam. “Den ditunggu non Felly, katanya aden disuruh masuk.”
“Iya Bik.”Aku merapihkan pakaianku, berjalan mengikuti bibik tua itu ke dalam. Buat mereka life style seperti ini murah bukan main. “OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly. Kepalaku sudah berat bukan kepalang. “Hanya sedikit over drive.”
“Elo sendirian?”
Kujawab dengan anggukan lemah. Sambil dia maju-mundur, penisku seperti diremas-remas, dikocok-kocok, dipelintir-pelintir.Sepuluh menit kami berada dalam posisi seperti itu.


















