Juragan udah… jangan! Besar sekali buat saya. Bokepindo “Kenyal-kenyal kalau diremas…”“Kh… ihh… apa iya…?” kata saya, sambil merasa jari-jari Juragan memenceti sepasang tetek saya. Aduuuu!!”Juragan mendengus dan menggerung. Sumpah, saya nggak tahu ada apa gerangan. Akhirnya saya memaksa diri untuk keluar lagi, ngamen lagi, karena uang sudah habis dan saya juga mesti hadapi para tukang tagih utang yang nggak mau tahu kesulitan saya.Jadi, seminggu sesudah Simbok dimakamkan, saya kembali siap-siap untuk keluar, menari. Akhirnya saya memaksa diri untuk keluar lagi, ngamen lagi, karena uang sudah habis dan saya juga mesti hadapi para tukang tagih utang yang nggak mau tahu kesulitan saya.Jadi, seminggu sesudah Simbok dimakamkan, saya kembali siap-siap untuk keluar, menari. Sambil mencium, anunya dia masukkan lagi ke memek saya.Saya njerit lagi, tapi mulut saya ketutupan mulutnya. Mungkin karena itu juga Juragan selalu minta saya pakai pakaian dan riasan penari




















