Dia tambah gelagepan.“Hussh Mas. Sambil menatap mataku, dia bertanya, “benarkah?”
Aku mengangguk pelan sambil menagis, “aku hamil, mas…”
Jelas suamiku juga kaget. Bokepindo Hanya badannya memang tinggi.“Ayo masuk dulu. “Sudahlah, Ndun. “Ohhhhh…. Tentu saja kejadian waktu itu membuatku bertambah panik. Yang jadi masalah, adalah perlukah aku memberi tahu si Indun bahwa aku hamil dari benihnya? Apalagi aku termasuk ibu-ibu yang suka pakai baju yang agak ketat. Biasanya di mukaku, di payudara, atau bahkan di dalam mulutku.Pokoknya kami sangat hati-hati agar Sangga tidak punya adik lagi. Dia mendukung kehamilanku saja sudah sangat membahagiakanku.Aku menjadi bahagia dengan kehamilan ini. Tiba-tiba pikiran-pikiran buruk menderaku, jangan-jangan suamiku tak memaafkanku.Ohhh apa yang bisa kulakukan. Sementara Indun dengan wajah merah padam menatap mukaku dengan panik. Dan kalau pun Dik Idah hamil khan gak papa, si Sangga juga sudah siap kalau punya adik lagi”, sanggah suamiku.Jawaban itu sedikit menenangkan




















