Dia memperbaiki celana kolornya dan berusaha senyum meski aku tahu dia sedikit canggung.“Pak, ini ada titipan dari ayah,” ujarku sambil menyerahkan amplop dari kantong celanaku. Crott.. Bokepindo “Lagi apa sih Pak Pardi?” tanyaku lagi. Shh, ayo Mas Win buka aja, apa mau bapak bukain?”Akhirnya aku tahan juga dan segera membuka baju dan akhirnya celanaku hingga benar-benar bugil.“Wah sudah ngaceng ya Mas Win,” ujar Pak Pardi sambil tersenyum melihat keadaan kontolku. Bersandar di pohon pisang itu Pak Pardi mulai mengocok kontolnya.Dia mengocok kontolnya dengan gerakan yang cepat dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya terus meraba-raba bulu jembut dia yang ampun banget lebetnya dengan mata yang tertutup dan gumaman keenakan keluar dari mulutnya.“Enak ya Pak?” tanyaku dan aku berada tepat disamping kontolnya.




















