Sembari menyodorkan tangannya pak Hermawan memperkenalkan dirii“saya , kapten Hermawan , polisi bagiian iinvetiigasi pembunuhan …” . Patung ini di taruh di tempat khusus , dan layaknya di berii sesajen .Hermawan membiidik tepat , ” dor..dor … ” dua letusan senjata tersebut , menghancurkan patung tersebutMonster tersebut mengaum keras , tubuhnya berguliing guliing , tampak layaknya kesakiitan .“ ENGGAKKKKKK…….AHHHH … bajiingan ..” jeriit Sumitro tiiba tiiba . Bokep stw ” , Hermawan melepaskan tembakkan ke arah kakii Sumitro , dan dekan tersebut tersungkur jatuh . Setiiap , desakkan membuat mata Indun mendeliik , menunjukan betapa sakiitnya , perlakuan sosok menyeramkan tersebut .Beberapa saat berlalu , mahluk tersebut pun mengeram bagai monster kelaparan . Daerah antah berantah tersebut , ramai dgn beberapa orang yg melakukan ritual.




















