Anisa minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. XNXX Aku datang bersama kakakku Rina dan Papa. Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Anisa. “Maaf” katanya. Kujelaskan semuanya, walau kita beda usia yang cukup mencolok, tapi aku mau menikah dengannya.Anisa memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Penny’ku dalam-dalam. Cincin Anisa hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, setelah dikecupinya. Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan.Anisa hanya memakai selembar selayer yang dililitkan diseputar perut untuk menutupi kemaluannya. Kami tersesat di tengah hutan lebat.Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Setelah itu kami berpisah hingga sekian tahun, tanpa kontak lagi.Pada suatu saat, ada surat undangan pernikahan datang ke Apartemenku, datangnya dari Dra.




















