Kemudian aku gonta ganti channel, ternyata semuanya sinetron karena lagi “prime timenya”“mas, kok diganti sih?” katanya yang aku tidak ketahui sudah duduk dibawah“mbak masih nonton yang tadi?, itu kan jelek”“bagus lo mas, itu episode terakhir lo mas”“plis mas” kata itu diulang berkali kali“ya udah deh”Aku mengembalikan ke channel semula dan aku mengambil majalah olahraga karena aku anti-sinetron. “Ijah, sudah masak nasi belum?”“waduh aku lupa”“masak nasi tuh kan lama, bisa setengah jam, gimana sih kamu?”“Maaf mas Totok, aku lupa”“makanya dikurangin nonton sinetronya”“sekali lagi maaf mas…”“ya udah, gapapa kok, lauknya apa”“terserah mas”“kalo gitu, nugget aja yang di kulkas”“oke mas”“kalau gitu aku mandi dulu, nanti kalo udah selesai aku dipanggil ya”“nggih mas”itu adalah percakapan pendek aku dengan Ijah. XNXX terlihat Ijah mengipas-ipas tubuhnya dan puting susunya membengkak.Kemudian kami mulai ngobrol lagi “mbak, masa sama mas jay cuman cium pipi?”
“iya, mas”“mbak, pengin tau nggak




















