Kalau enggak bisa gawat. Bokepindo Bantal itu lumayan besar sehingga bisa menutupi hampir seluruh bagian bawah tubuhnya kalau dia lagi duduk, mulai dari bawah puser sampai lutut. Udah mau keluar kan? Ini surprise Aku yang kedua buat mas,” jawab Aku.Aku ambil tangan Dimas, terus Aku gandeng sambil Aku jalan ke sofa. Selama beberapa saat, kami berdua nggak bicara apa-apa, cuma saling rangkulan aja. Aku duduk bersila, tangan Aku di meja megang bolpen dan buku. Aduh Aku demen bangen deh yang model kayak gini. Aku nyender ke belakang deh, ke pelukannya Dimas. “Punya”nya Dimas udah kecil lagi. ini kan kerjaannya Aku” kataku sambil mengambil alih “pekerjaan” tadi.Kamipun kembali ke posisi tadi. Aku ambil botol Coca Cola, Aku tuang lagi ke gelas yang tadi, terus GLEK, Aku telen semua.Malam Yang IndahBaik Coca Colanya maupun “hasil kerja”nya Aku dan Dimas. Aku masukkan “kepala”nya




















