Firman.. Anakku yang yang kedua tadi pagi minta ijin untuk pulang sore karena ada acara extrakurikuler di sekolahnya. Bokepindo ang” saya memberi perintah.“Iya.. ya.. Ibu lepas dulu kutangnya” sambil tersenyum saya berkata.Setelah saya melepas kutang, tumpahlah isinya, sekarang buah dadaku terbuka bebas. Kulihat mereka menundukkan wajahnya. Dan bless.. u.. kok.. Firman naik ke atas ranjang dan bersiap menusuk dar belakang.Dan bless.. Bahkan temen-teman anakku sering berlama-lama bermain di rumahku. Benar dugaanku mereka adalah anak-anak orang kaya, keduanya walaupun masih kecil namun saya dapat melihat garis-garis ketampanan mereka yang baru muncul ditambah dengan kulit mereka yang putih bersih. ju.. Yang satu bernama Andik yang satunya lagi bernama Firman.Ketika ngobrol saya tahu mata-mata mereka sering mencuri pandang ke bagian dadaku, saya baru sadar bahwa kancing dasterku belum sempat saya kancingkan., sehingga buah dadaku bagian atas terlihat jelas.Saya berpikir laki-laki itu sama saja




















