Benar-benar ujian kejiwaan sekaligus santapan bagi fantasi liarku yang pertama. Aku mulai berinisiatif, karena timing nya memang tepat. XNXX Di bawahnya, ada lobang yang aku sendiri tak tahu seberapa dalam, karena aku tak berani memasukkan jariku ke dalamnya. Sementara kakakku masih terbengong-bengong atas ‘musibah’ itu, tak terkendali mataku nyalang menjelajah seluruh area yang masih terjangkau sinar lampu berbahan bakar minyak tanah itu. Dari kejauhan, nampak Ia sibuk mempersiapkan barang-barang yang harus di bawa nanti. Sekar adalah anak tertua dari Bu Dhe, kakak ibuku. Tampaknya nenek belum sepenuhnnya lelap. Kebetulan, saat itu ada libur satu minggu dari Sekolah, setelah usai ulangan catur wulan ke 2. Aku berusaha tak melakukan apa-apa, mencoba mencueki keadaan itu, dengan dua tujuan;
1. Mungkin mereka sibuk dengan proyek ‘mengatasi kebocoran’ atau memang telah terkurung di kamar masing-masing, menikmati dinginnya musim penghujan di penghujung bulan januari.




















