Dalam perjalanan itu aku bertanya “Ramah kamu cantik, kok maunya kerjaan seperti ini ? Kutanya lagi berarti dia masih ada di ruang kamar ? Bokep Dipersilakan masuk sambil menarik tanganku kedalam, “kok takut-takut masuk donk bang, ngga apa-apa kok”. Tangannya yang mulus, lembutnya belain penuh dengan rasa sayang. Waktu itu Ramah masih duduk di bangku SMA Swasta kelas dua di Medan. Dengan kata-kata bang Roni membuat aku tidak ada apa-apanya dimuka dia aku tertunduk dan patuh pada perintahnya. Sentuhan itu membuat hati Ramah berdebar-debar seperti baru terkena strum listrik. Apasih gunanya abang muat di koran kisah Ramah ? Perjalananpun dilanjutkan kesebuah plaza dengan mesra Roni memberanikan diri memegang jari tangan Ramah yang lembut dan halus.




















