Dgn nada ketus Yuli berkata,
“Nggak usah. Bokepindo “Punya kamu yg besar ini simpan baik-baik ya buat aku.” Lalu dgn gayanya yg manis ‘kemayu’ ia membuka pintu dan melangkah keluar.Sementara berlangsungnya masa penantian cukup banyak perubahan yg terjadi. Kenapa? Ia merasa membutuhkan sesuatu. Kan nggak ada yg lainnya tho bu.” Lalu dgn nada bercanda Yuli bertanya mengganggu,
“Terus si Iman kamu tomplok ya?” Sambil melengos pergi Yanti menjawab,
“Ya nggak dong bu, ” kata Yanti sambil buru-buru pergi.terbaru, Dlm keadaan hati yg panas dan tersinggung jalan pikiran Yuli menjadi lain. Mengerti?” Iman hanya dapat mengangguk, walaupun ia masih merasa bingung.Hampir ia menjerit ketika Yuli menyingkap handuknya terbuka. Pikirnya dlm hati, “Bersih, rapih juga ini anak.”Kira-kira 10 atau 15 menit berselang Iman telah selesai.“Maaf bu …,” katanya sambil memasuki ruangan.Ia hanya mengenakan handuk yg melilit di pinggangnya.“Saya pake baju dulu bu,” katanya sambil melangkah




















