SHKD-992 Widow, Sadness Pregnancy Report. Bokeb Mutou Ayaka
Sambil bergurau kami menjadi-jadi tertawa-tawa. Semangat!!!”, teriaknya sambil mencambuk Minoru yang setengah telanjang.Aku memang pernah dengar dari Zenit suatu saat dia ingin ke Jepang untuk balas dendam, mungkin menjadi teroris atau sejenisnya, dendamnya sangat besar dan tidak ku sangka akan benar-benar dia wujudkan.Aku menyoroti tubuh Minoru, putih mulus, benar-benar seperti artis, tapi muncul bercak merah ketika Zenit mencambuknya dengan ikat pinggang.“Ayo buka semua!!!”, teriak Zenit memaksa Minoru unyuk melepaskan bra dan celana dalamnya.Minoru menangis, pipinya merah merona akibat tangisannya yang bercampur rasa malu. Kembali aku menyoroti Minoru dengan keadaan sama-sama telanjang. “Ooohhb….”, desahku menikmati kuluman Minoru.Zenit sudah tertidur dengan posisi terduduk, dia sudah memberikan kesempatan ini padaku. “Hisap!!!”, perintahku minta Minoru menyepongkan kontolku. Benar yang dikatakan Zenit, tidak lama dari itu Minoru datang, “Sendirian kan?!”, ancam Zenit ketika membuka pintu. Aku bangkit dan merapikan handycam yang sedari merekam aksi




















