Habis itu dengan senyum memancing dia berjalan dan berbaring telungkup di kasur.Ketika mendengar pintu kamar ditutup Peter, kami segera berhamburan mendekati Diah. Seperti anak ayam, kami mengikuti Peter ke kamar karaoke. Bokeb Aku pegang tangannya. Memperhatikan kasur, langsung saja kami menjatuhkan diri ke sofa dan ke ranjang. Rok pendeknya tak sanggup menyembunyikan celana dlmnya yg berwarna putih, kontras dengan roknya yg hitam.Aku memperhatikan tangan Peter mengelus pahanya. Asyiknya aku gampang sekali jatuh cinta (hahaha…).“Ayo… teman-teman, ikut aing… aing udah booking kamar yg cukup untuk 20 orang,” seru si Peter.Terpaksa deh aku mengalihkan perhatian aku dari belasan wanita di cafetaria tersebut. Aku sedikit menyesal. Dengan cepat otak dan mata aku bekerja.Kemudian aku melambaikan tangan aku ke seorang perempuan yg bernama Dian. Dijamin nggak diapa-apain dech…” bujuk aku.“Itu yg aing takutin, nggak di apa-apain…” jawab Diah.Eh, nantang nich.Akhirnya dia setuju juga diantarkan




















