Tubuh Tomo mengejang, dan cairan deras pun mengalir dari ‘liang’ku. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Bokep barat Aku pun merasa heran dan sedikit takut. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Aku memekik dan mulai menangis.“Eriik!! Aku..melakukan kesalahan apa?”Tanpa banyak bicara, Tomo menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang. Tubuh Tomo mengejang, dan cairan deras pun mengalir dari ‘liang’ku. Aku nggak marah kok. Benar saja, aku melihat Tomo berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu.Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya.“Tidak”, Tomo masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.“Sempurna” katanya dingin.“Seperti boneka..”Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah




















