Konsentrasiku disini mulai pecah antara mendengarkan percakapan Ivanadan menyeimbangkan serta mengendalikan tubuhku.Karena apa yang aku rasakan saat ini sangat berbeda. udah biasa ini, mau 6 bulan sudah.““Kalau Mas Imran?” tanyanya yang membuatku ikut membayang sosok yang ia sebutkan itu.“Yah begitulah, masih banyak proyek, lagian dia juga sibuk buat ujian Tesisnya.” ucapku yang kini membayangkan wajah suamiku, Imran (28).“Aduh.. Bokep indo terbaru apaan sih teh.. sayang..” ucapku yang memang sering bercanda ketus pada adik kampus sekalian bawahanku ini yang sekarang sudah menjadi teman akrabku di kantor 6 bulan belakangan.“Yee teteh sirik amat.. Kok tutup mata gitu” ucap Denny sangat pelan tapi bisa aku dengar di telingaku.“Ibu terangsang yah dengar mereka?” ucap Denny yang mengetahui keadaanku.“Ibu mau lihat ? Gini aja yah..


















