“Aku Elang… ” Ucap saya buat kenalan. “Iya, terima kasih ya Nina… ” Jawab saya tersipu malu. Bokepindo Bila saya anter pulang, ingin tdk? Ceritanya saat itu saya telah nyaris satu minggu sakit kepala, tdk seperti sakit kepala umumnya, saya cemas sakit kepala saya ini semacem vertigo lantaran sakitnya yg beneran tdk nahan. Saya tdk cepat-cepat kok. ” Kata Nina sembari membukakan pagar tempat tinggalnya. Tdk kok, memang tadi anda di mana? Saya ambillah gelas serta minum teh sedikit. Rambut hitam lurus sepunggung membuatnya terlihat lebih anggun. Badannya yg putih sintal, pantatnya yg kencang serta payudara yg demikian menantang, bikin saya betul-betul segera berpikiran kotor. ” Jawab Nina sembari memberi suatu kertas kecil pada saya. Waktu melalui satu diantara ruang, saya saksikan pintu yg tdk tertutup rapat. Juga terdapat banyak photo yg kelihatannya yaitu orangtua Nina disamping photo wisudanya.




















