Perhatiannya pun kembali tertuju kepada sosial media yang tadi sempat teralihkan. Bokep Rambutnya yang mulai jarang dan sedikit memutih, menunjukkan kalau ia adalah sosok yang intelektual. “Kalo cium bibir di kasur boleh dong?”. Hal ini dikarenakan, nomor ponsel ini hanya ia gunakan untuk menerima booking-an. “Yakin bisa nunggu?”. Insting kewanitaannya langsung bereaksi kalau ini bukanlah sekedar telepon menanyakan kabar. Cinta terdiam sejenak untuk berpikir. Terkejutlah Cinta ketika melihat seorang laki-laki yang berdiri diluar lift. Hehehe”. Kini kartu AS mereka berdua sudah saling terbuka. Dalam hati ia mencoba berpikir positif terhadap ayah dari sahabat karibnya ini.“Oh ada apa Om?”. Cinta tersentak. “Loh kok pipi sih? “Gak kok baru aja, duduk Ta”. Dimata Om Ridwan, Cinta adalah sosok gadis muda yang baik dan cerdas. Ucapan terakhir Om Ridwan membuatnya sedikit ragu.




















