Akhirnya Ita selesai juga mandi, dia tidak mengenakan lagi pakaiannya karena memang jelas apa yang akan kami lakukan jadi buat apa pakaian. Akhirnya sore itu aku jemput dia ditempat yang dia janjikan segeralah kami jalan-jalan kebazar. Bokep china Ita berdiri dan tangannya bertumpu pada meja. Karena aku emang punya nafsu yang besar aku ga peduli apakah dilihat orang-orang apa tidak, aku cumbu aja dia di depan rumah sambil berciuman ku gerayangi lagi toket mungilnya.Beberapa hari selanjutnya, kami sepakat untuk bertemu lagi. Tapi kamu jemput aku bisa ga?”
“bisa, jemput dimana?”
“di skh”
“ok, sampe ketemu besok ya”Esok harinya aku menuju ketempat kami janjian, aku menunggu agak lama sedikit ada keraguan dalam hatiku, gimana kalo bertemu ternyata dia tak seperti yang aku bayangkan.




















