Mata kami saling memandang, dan Winny pun tersenyum.“Oke, Om, nggak usah lapor-laporan, ya” ucapnya pelan, kemudian aku pun membalas senyumnya.“Iya deh, Oreo, setujukan?”Akhirnya malam itu kami duduk-duduk untuk beberapa lama, ngobrol, sambil menikmati pemandangan dari gardu pandang, yang pada waktu itu Merapi telah diselimuti kabut cukup tebal.Jarum jam telah menunjukkan pukul 23. Bokep Jarum jam telah menunjukkan angka 23. Tanganku berhenti sebentar dibukitnya yang kenyal, kemudian mulai kuremas-remas dengan kedua tanganku dari arah belakang. Kami pun tidak akan tahu seandainya disekeliling lokasi itu ada yang melihat baik sengaja mengintip atau tidak sengaja melewati daerah itu.Permainan terus berlanjut diudara terbuka itu. Tanpa berkata ba, bi, bu, ku gandeng tangan Winny, dia tak menolak, aku semakin berani untuk segera merangkulnya.“Gimana Win? Kalau mau nanti aku mintakan izin sama panitianya. Winny pun segera mengarahkan tangannya ke daerah selangkanganku, mengelus dari luar celanaku.




















