Lalu dia pergi.Aku berdiri menyender ke tembok sesaat, tanpa kusadari napasku sudah terengah-engah dan jantungku berdebar-debar gara-gara adrenalin yang mengalir deras. Bokep Indra hanya tersenyum, dan langsung berjalan.Aku merasa lemas sekali, dan terduduk di samping mobilku sampai merasa cukup kuat untuk menyetir kembali ke apartement ku. Rumah ita memang penuh dengan dentuman house music, dan sebagai akibatnya, aku harus berdiri dekat Ita dan berbicara di kuping Ita.Ita pun ternyata menyadari apa yang telah terjadi, dan tersenyum padaku,”I hope you had a good time tonight.. Gua jadi inget terus waktu dulu tidur sama elo. aku juga udah mau keluarrrr”Kami berdua pun berpacu menuju kenikmatan, dan akhirnya kurasakan tubuh Tom menegang, dan penisnya membesar. “Dra, kapan lagi maen?”. Meskipun menurutku, apartemen itu lebih enak dan mudah diurus, toh yang datang biasanya hanyalah Ita, atau cowok-cowok ku.




















