“Mmmmmm,” katanya, mendorong memeknya ke arahku. Kugerakkan tanganku, dan rasakan putingnya yang keras. Bokeb Aku menarik putingnya, dan merasakannya mulai mengeras. Kau mau santai-santai aja khan?” Kutanya. “Ya, ngerti.” jawabnya. Berani bertaruh dia akan suka kejutan kecil ini untuk dia! Terus kugesek batang milikku masuk dan keluar, dan menonton payudaranya yang bergoncang. Aku mengulurkan tangan dan dengan lembut mulai mengusap kedua susunya, merasakan bobot susu itu di tangan. “Engggggghhhh …” hanya itu yang bisa keluar dari mulutku, sambil ia terus memerah susu kental asin itu sebanyak yang ia bisa. Suara yg bikin santai, menghibur, dan hampir romantis. Keluar dari sini, gua engga bunuh bayimu.”
“Ya kamu yang bunuh dia,” katanya, tiba-tiba dia diam.




















