Tapi mata tombak itu tetap mencoblos kemaluannya. Bokepindo Dalam langit yang menggelap, serangan si hitam malah susah dilihat. Sekar berusaha kabur tapi tanpa diduga muncul lagi satu tonjolan kokoh, tepat di bawahnya, seperti tinju yang tepat menohok ulu hati si gadis pendekar. Jantungnya berdebar selagi dia menyadari seluruh tubuh Bayang Ireng mendekat ke seluruh tubuhnya. Ratri mendekat, mengelusnya. Yang lebih parah, Bayang Ireng bisa semaunya mengubah ukuran dan bentuk bagian tubuh yang menusuk Sekar. Suasana hening namun di tengah pelataran terlihat satu sosok perempuan yang menari, seolah di sekelilingnya ada gamelan yang mengiringi. Gesekan-gesekan lengan Bayang Ireng di itilnya mulai membuatnya basah. Dia berada di pelataran candi. Itu Sekar, tunangannya. Masih ada halangan kain dan cawat. “Ahhh!!” Keras sekali pukulan itu sampai-sampai tubuh Sekar terpelanting ke belakang dan dia telentang.




















