Inilah saat yang kutunggu-tunggu. Bokep indo Alia begitu saja meninggalkanku tanpa penjelasan kenapa. “Hmm..?”
Aku terus menciumi wajahnya, tanganku ke dadanya. “Agak turun, Mas.. Aku cepat-cepat masuk kamar mandi sebelum dia mencari celana dalamnya. Ih,” dengan refleks kaki Alia menutup. Hubungan kami begitu dekatnya sehingga diam-diam timbul sesuatu di dalam hati yang tak kami perkirakan sebelumnya. Tak mungkin Aku masukin cewek ke rumah, bisa-bisa terjadi perang rumah tangga. sakit. Pertama, persiapan waktu. Saat bermalam bersama ini pula yang kudambakan. Gairah kerja menurun, marah-marah tanpa sebab. “Lebih indah kalau kita berdua bisa ke puncak.”
“Mas, kita engga usah bahas ini lagi, OK?”
“Okay, okay.” Kupeluk tubuhnya. Oh nikmatnya. Boss tak pernah bertatap muka langsung dengan staff-nya merupakan hal yang biasa.




















