Dia lebih memilih wanita itu karena lebih berada di bandingkan Hilda yang hanya anak dari pemilik warung.Diapun sering mencurahkan isi hatinya padaku, dan entah kenapa aku begitu kasihan padanya. Sampai khirnya kamipun menyewa sebuah kamar untuk melepas lelah, namun begitu masuk kedalam kamar akupun berkata “Kamu istirahat saja dulu..” Dan akupun bergegas keluar dari kamar itu.Tiba-tiba suara Hilda memanggilku “Mas mau kemana?” Aku menoleh kearahnya “Aku pesan minum dulu..” Lalu akupun keluar dari kamar itu. Bokeb aku nggak bermaksud…” Belum selesai aku meneruskan kata-kataku, Hilda menarik tubuhku dan kamipun saling berpagutan dengan mesranya aku lumat bibir Hilda.MUngkin kami sudah sama-sama merasakan hal yang menggebu dalam hati, dengan mesranya Hilda melepas pakaianku dan akupun melkaukan hal yang sama. Aku tahu kalau dalam relung hatinya dia pasti bersedih dan aku tahu kalau dia melakukan hal itu.Hanya karena ingin aku memiliki seorang keturunan




















