oohh..” desahnya manja. “Aku ada satu permintaan,” kata Nirahai sambil memejamkan mata menikmati serangan-serangan yang diterima bawah perutnya. Bokepindo “Sakit?” Han Han harus bertanya… Just in case, padahal pekikannya terdengar seperti lenguhan nikmat, tidak seperti kesakitan. Engkau kucinta, akan tetapi juga kubenci!” Setelah berkata demikian, puteri jelita itu meloncat dan lari pergi secepat kilat.“Nirahai….!” Han Han menjerit, hanya lirih keluar dari mulut, akan tetapi amat nyaring keluar dari hatinya yang berdarah. Andaikata engkau dikejar, apakah kita tidak mampu melawan? Bagi dia sendiri, tentu saja peristiwa ini amat menyenangkan hatinya. Sepasang kaki indahnya sedikit terbuka dalam posisi ditekuk sedikit, sebab batu tempat duduknya hanya sedalam setengah tombak saja. Aku harus hadir dan menyusulnya ke Kwan-teng. Hhh.. Marilah kita pergi ke sana….”
Sepasang mata Nirahai yang selama sebulan ini selalu dalam keadaan seperti orang mengantuk, kini mulai menemukan kembali sinarnya ketika mendengar ucapan




















