Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Mbak Lia menarik telapak kakinya dari pundakku. Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Bokep jepang Aku terpana menatap keindahan dua buah bibir berwarna merah yang basah mengkilap. Apakah dugaanku salah?” Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yang tiba-tiba berdebar.“Jhony, salahkah dugaanku?”“Hmm.., ya, benar Mbak,” jawabku mengaku, jujur. Tapi atas permintaanya sendiri, seminggu yang lalu, ia mengatakan lebih suka bila di panggil “Mbak”. Mbak Lia kurang lebih baru 2 minggu bekerja sebagai atasanku sebagai Accounting Manager. Pose yang sangat memabukkan. Hmm..!”“Jawab!”“Suka sekali!”Pemandangan itu tak lama. Tak ada komentar penolakan. Tapi mataku selalu terbentur dalam kegelapan. Kami saling menatap. Hmm..!”“Jawab!”“Suka sekali!”Pemandangan itu tak lama. Jilat sambil menatap mataku.




















