Namun aku halangi ke tempat restoran yang Ibu Lilis tunjukkan.“Saya punya teman baru buka restoran.. Jadi hand rem-nya nggak bisa turun. Bokeb Pinta Ibu Lilis. Pintaku dengan nafas mulai nggak teratur. “Dimas.. Karena baru jam 02.00 bagaimana kalu kita ngobrol lagi di sebelah restoran ini.?” Tanpa sempat bertanya tangan Ibu Lilis sudah aku gandeng untuk masuk kamar 102. “Kebetulan hari ini saya tidak ada jadwal, jadi saya siap untuk mengantarkan Ibu. Dan pada hari senin itu aku mendapat telpon dari temanku dan katanya ada seorang wanita yang nunggu aku di counter. Cerita asliku ini adalah cerita yang ke-dua setelah cerita pertamaku yang sudah dimuat di Rumah Seks dengan judul Ibu Lia dengan Rasa juice melon. Aku geli lagi sayang.. Kamu nakal ya..?” demikian tanya Ibu Lilis. Ketika Ibu Lilis membayar Bill-nya ke Kasir, aku ambil kunci kamar no 102 untuk




















