Sekarang dia sudah berangkat lagi. Video bokep jepang Mungkin lain kali.” dia menghindar.Aku menghela nafas panjang. Bang Irul sendiri terlihat mengambil posisi berbaring santai di atas ranjang sambil mengocok penisnya sendiri.“Ayo, In, tuh suamiku sudah siap.” rayu Sita lagi. Paham?!” gertakku sambil berlalu meninggalkannya.Bocah itu mengangguk dengan linglung. Dia menatap kepergianku sambil mengusap-usap bibirnya yang berdarah karena gigitanku. Bukan itu.”
“Mas pernah tunangan sebelumnya?”Dia kembali tertawa dan menggeleng cepat.“Tidak.”
“Lalu apa, mas?” aku mulai kehilangan kesabaran. Oke, In?” tanya Sita sebelum menutup teleponnya. “Nggak fokus apa nggak bisa?”Mas Danu diam lagi. Meninggalkanku dengan segudang pertanyaan tambahan, kenapa dia pergi setelah pertanyaanku barusan? Anggap saja bang Irul itu suami kamu.” Sita meremas tanganku. “Yang mana?” aku bertanya, entah kenapa, ikutan berbisik. Aku mendengus kesal. Awas ya, akan kuberi kamu pelajaran!




















