Jay, kembaranku. Sial benar. Bokep china “Ray, masih ingat kamu pernah berkata bahwa kamu hanya mau berhubungan seksual dengan gadis yang bukan perawan,” Chie tertawa kecil. Jay terlihat diam, matanya masih terpejam. Aku, aku? Kugigit bibirnya, merasakan kepalanya yang terangkat dan cengkeraman kuku-kukunya di kulit punggungku. Aduh. “Thanks, but no thanks.”
Kami tertawa berbarengan. ah…?”
Chie merasakan kebingunganku. Betapa aku sangat menyayangi gadis ini. Wajahnya melukiskan kebahagiaan dan ketenangan. Namun sebuah tepukan di pundakku membuka mataku. Tertawa paling pahit yang pernah kudengar dari mulutku.Chie, sekarang sudah menjadi istri pengusaha kaya raya, dan bule. Itulah Chie. Aku tak ingin mendengarnya. Meninggalkan Jay. Dari sudut mataku, kulihat gadis itu meringkuk di jok belakang. Masih banyak gadis untukku. Huh? Saat itu aku sedang melakukan pendekatan dengan Chie. Egois.”
Tuduhan itu membuatku terdiam. “Chie…” desahku, mengusap ubun-ubun kepalanya.




















