……”lenguhan kami kembali terdengar lebih seru…. Bisa nggak makan pisang sampai habis dari lubang nonok Mbak Sri? Bokeb …. …. hebat kan?” Katanya lugu…
“Mas Har memang nomer satu buat Mbak Sri…” sahutku memujinya, membuatnya tersanjung dan sangat ditinggikan harga dirinya. sudah jam tiga lewat….. Berhenti sebentar dan CROOTTTTT!!! berarti masih bisa satu ronde lagi sebelum Ibu Sum dan kakak-kakaknya pulang dari kerja…..“Mas, bangun, Mas…. …. kalau pernah melahirkan, apalagi kalau sudah melahirkan berkali-kali, pasti nonoknya longgar sekali, dan nggak bisa rapet seperti nonoknya Mbak Sri begini, sayaaaaang.. Sekarang giliranku yang harus menaik-turunkan pantatku seperti orang naik kuda…. di sini aja di kamar mandiku, ada air hangatnya kan?” ajaknya….Dicabutnya kontolnya dari lobang nonokku yang sudah kering, aduuuhhhh enaknya….. …hhhhhh. sampai nonokku penuh dengan air-pejunya yang ekstra-kental itu……. becek sekali nih….” pintanya….




















