Kalau tidak bisa ya udah”, kataku. Lalu kudorong lagi perlahan. Bokepindo Wow ia lakukan itu seperti seorang pro. Pagi seperti biasa, ibu dan ayah pergi ke kantor. “Ratih, ratih, ratih”, panggilku. “Buka mulutnya”, kataku. “Aden ini ada-ada saja, udah ah, mau lanjutin kerjaan saja”, katanya. Kuhampiri mbak Ratih, lalu kupeluk dia dari belakang, kucium bau rambutnya, kumasukkan kedua tanganku ke dalam t-shirtnya dari bawah. Ketika mbak Ratih kesakitan aku hentikan, begitu terus sampai mentok. Kupuntir-puntir putingnya, mbak Ratih menarik nafas lalu ia mengeluh.. Aku tak mau menyakiti mbak ratih, aku ingin berusaha lembut. Ratih, ratih ratih!”, kataku. “Gimana kampusnya mbak?”, tanyaku. Dan tiuplah balon itu sampai sangat besar melebihi apapun”, kataku. “Denok”, kataku. Wah, kalau ketahuan Denok berabe nih. Akhirnya Denok pun melepas satu per satu bajunya.




















