Mantaaap… Setelah beres-beres dan bersihin bekas-bekas sperma, keringat, dan darah keperawanan Vina. Bokeb Oh my God! “Sori, sori… Laper nih, binyun milih yang mana…” kata aku. Dari situlah setiap aku ke kampus, aku maupun Vina pasti selalu ngajak untuk ‘bertempur’ lagi, tapi di tempat yang berbeda. “Oh… I love you…” Vina senang akan kehebatan aku. Lho dia kenapa, kayak masukkin tangannya yang satu ke kaosnya dan satunya lagi kedalam celananya, dengan kepala agak menunduk. “Tak, Tok, Tak, Tok… Asem lo! Kadang di wc dosen (ga ada khusus co/ce-nya soalnya), kadang di kelas bawah, kadang di ruang lab, kadang di kostnya yang jadi tempat favorit kita. Terasa cukup ‘menyiksa’ si otong, aku berdiriin lagi Vina terus aku sambar bibirnya lagi sambil aku gendong dia ke meja panjang didepan kelas. Aku nanya sama Vina, “lo ga pulang?




















