Kemudian kutarik tubuhnya ke bawah, sehingga kakinya menjuntai ke lantai, terlihat kemaluannya yang menyembul.Pahanya kulebarkan sedikit, kemudian kuarahkan kemaluanku ke arah liang senggama yang merah merekah.Perlahan tapi pasti kudorong tubuhku. Bokeb “Bless..!” akhirnya kemaluanku terbenam di dalam liang kemaluan Indri. Masukin Ndree..! Aku juga heran, kenapa aku bisa lama juga keluarnya.Tubuh kami berdua sudah basah oleh keringat, kami masih mengayuh bersama menuju puncak kenikmatan. “Ndree..! Kami terdiam beberap saat, dengan nafas yang tersenggal-senggal seperti pelari marathon.“Kamu hebat sekali Ndree..!” puji Vhira.“Kamu juga Vhira..!” pujiku juga setelah agak lama kami berpelukan. croott..!” Aku menyemburkan lahar panasku ke dalam mulut Vhira. mana ada yang mau sama Aku..?” jawabku sedikit berbohong.“Ah bohong Kamu Ndree..!” ucap Vhira sambil mencubit lenganku.




















