“Masih sepi ini..!” kataku makin berani.Kemudian aq merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Bokep HD Angin menerobos dari jendela. Semua orang bebas masuk asal punya uang. Aq lupa kelamaan menghitung kancing. Membuang napas. Aq masih mematung. Masih menutupi diri dengan tabloid. Pintu salon kubuka.“Selamat siang Mas,” kata seorang penjaga salon,
“Potong, creambath, facial atau massage (pijit)..?”
“Massage, boleh.” ujarku sekenanya.Aq dibimbing ke sebuah ruangan. Aq jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. “Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh.”
Ia berdiri. Suara yg kukenal, itu kan suara yg meminta aq menutup kaca angkot. Hah..? Ada cairan putih di celana dalamku.Di kantor, aq masih terbayang-bayang wanita yg di lehernya ada keringat. Dadaku mulai berdegup lagi. Dipijat seperti ini lebih nikmat diam meresapi remasan, sentuhan kulitnya.




















