Yang lebih suka minum es dengan murahan daripada minuman-minuman mahal yang tersedia di kafe-kafe. “Thanks, but no thanks.”
Kami tertawa berbarengan. Bokep live “Ray…”
Ah! Terkadang aku menyesal menyerahkan Chie kepadanya. “Chie.. Aku yang pantang bercinta dengan perek dan pelacur. “Ray…”
Chie mengerang lirih saat batang kemaluanku menusuk liang kemaluannya. Matanya menatapku saat aku keluar dari kamar. “Ray tahu.”
Chie menangis dalam pelukanku, membuatku sejenak mengingat ayahku sendiri yang selalu berkutat dalam pertempurannya dengan idealisme yang kumiliki. Aku pun juga. Oh God.Jay memang harus diakui memiliki hati dan jiwa yang sungguh luar biasa. Betapa aku sangat menyayangi gadis ini. “Ray tahu.”
Chie menangis dalam pelukanku, membuatku sejenak mengingat ayahku sendiri yang selalu berkutat dalam pertempurannya dengan idealisme yang kumiliki. Seharusnya aku sudah bisa menduga ketidak-harmonisan hubungan mereka ketika ayah Chie meninggal dunia. Aku memang malas kuliah, aku harus mengakuinya. Entahlah, itu urusan wanita.




















