“Ga perlu nangis…”, kata pria yang menindihku, “Kita kan senang-senang”, lanjutnya. Bokep china Mereka tidak mau lagi menyentuh wajahku yang kotor karena muntahanku, mereka hanya berfokus di vagina dan anusku. Pria ke tiga mengambil posisi selanjutnya, terasa sekali penisnya menusuk masuk ke liang vaginaku. Pria itu mulai menggenjot vaginaku, sedangkan yang lain sedang asyik menyedoti susuku, sambil menunggu antrian untuk naik ke atas mulutku. “Asal kamu jauhi Chelsea dan Herman, aku rela ikut kamu”, kataku.Sepanjang perjalanan aku dan Herman membuat kesepakatan, Alex punya sebuah ide cemerlang. “Iya pa”, jawab Chelsea polos.Herman lalu mencium kening anak kami, Chelsea. Kini aku resmi menjadi budaknya secara utuh. “Nama yang bagus…”, lanjutnya lalu menciumi pipiku.Pria lain yang memegangiku mulai bersorak, “Amoy yang ini cantik bagai artis…”, kata mereka sambil meraba-raba tubuhku.




















