“Iya, Tante. Bokep barat Tante Amanda dan Oom Joko juga berpakaian seperti mau pesta. Seakan Lidya berusaha untuk membangkitkan gairah kejantananku. Padahal tadinya aku benci sekali, karena menganggap Mas Herlambang telah merebut Mbak Indira dan sisiku. Namun tiba-tiba saja Lidya memekik, dan menatap bagian penisku. Setengah mati Bapak dan Ibu membujuk serta menghiburku. Entah kenapa, mungkin badan Bapak besar dan tangannya ditumbuhi rambut-rambut halus yg cukup lebat. Dan sikapku juga terus seperti anak balita, meski umurku sudah cukup dewasa.Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indira menikah. Lidya bersama Mamanya yg umurnya mungkin sebaya dgn Ibuku. Bahkan aku sampai tertawa sendiri. Memang aku seperti anak kecil, menurut saja dibawa ke dalam kamar perempuan ini. Namun aku tak tahu apa yg membuatnya kecewa.“Ada apa, Lin?”, tanyaku tak mengerti perubahan sikapnya yg begitu tiba-tiba.


















