Aku sangat puas jika melihat kamu berteriak kesakitan.”Aku diam saja. Bokepindo Untuk berjalan melalui hutan, aku tidak berani mengambil resiko. Tetapi aku juga tidak tahu jalan lain untuk menuju tempat Nyonya Hana menunggu selain melalui jalan itu. Tetapi, itu tidak berlangsung lama. Sampai di batas pepohonan yang menutupiku dengan jalan raya kecil itu, aku mulai ragu. Dia lalu memindahkanku ke kamar tidur. Tapi tubuhku terikat erat oleh tali di tempat tidur. Aku dilecehkan dan dicemooh oleh orang-orang. Dia lalu mengikat kedua tanganku pada tali itu. Nyonya Hana kemudian memberiku makan saat itu. Nyonya Hana kembali mendekatiku, dan kali ini dia membawa sebuah lilin merah dengan diameter besar, seperti yang sering dipakai di kuil-kuil. Aku adalah seorang mahasiswa semester akhir.




















