Ketika tadi pagi, dia tiba-tiba bertandang ke rumah Sanro, dan pulangnya malah mengabarkan hal yang tak masuk akal.“Adampengi’ka, Ambo, betulji Sanro bilang begitu? Bokep hot Banyak menduga kalau dia mati karena usianya memang sudah sangat lapuk. Bagaimanapun, saya seorang anak dan dia seorang bapak. Lancang saya meninggikan suara di hadapan beliau.Tapi Ambo tak terima. Jangan sampai Sanro salah ingat. Dia sudah pikun, Ambo.” Saya membalas Ambo dengan nada sehalus mungkin. Saya langsung berlari mendekati Ambo yang berdiri di sebelah Kepala Desa dan Pak Bupati. Kenapa kematian berturut-turut bisa terjadi? Beberapa orang sedikit menyayangkan, termasuk saya, sebab kami belum sempat menanyakan kebenaran perihal ucapan Ambo. Banyak menduga kalau dia mati karena usianya memang sudah sangat lapuk.




















