Sosok Inah di mata Anton seolah tidak bedanya dengan cewek-cewek kencannya, tetapi Inah mempunyai nilai plus. Bokepindo Mereka saling mendekap, berpagutan, disela deru nafas mereka berdua, hujan deras di luar. Setelah beberapa saat Anton memberi waktu untuk Inah mengembalikan nafas liarnya, ia berinisiatif untuk merubah gaya, disuruhnya Inah untuk nungging membelakanginya, Anton melakukan dogy style. “Ini yang dinamakan orang ‘Empot Ayam’ ramuan Madura… khan ada jamunya juga mbak” kata Anton. ha… ha… canda Anton sambil terkekeh renyah. Kalo di perhatikan… manis juga nih cewek… mana putih lagi kulitnya, gumam hati Anton. “Sudah mas… saya kasih gratis… soalnya saya sudah dapat kepuasan yang selama ini gak saya dapetin” tolak Inah halus, “Yang bener nih mbak… mosok dah disuruh ngerokin sama ngelonin… kok gak mau di kasih uang sih?” protes Anton. “Boleh” jawab Inah senyum. “Lha… kok aneh” protes mbak jamu,
“sekalian dicuciin




















