Ada yang Ranggi mau bicarakan ama bapak..” pintanya masih dengan suara manja.. XNXX Belaian dan kecupanku berhasil membuatnya tenang, kupeluk tubuhnya yang masih telanjang dalam dekapan kedua tanganku.. “Okay Ranggi, nanti kalau jadi aku hubungi kamu ya..” kataku – seraya menjabat tangannya yang empuk banget dan nampak buah dadanya yang terguncang saat itu.. Kamu mau pekerjaan ini atau tidak sihh..” suaraku tegas sambil tidak melepas kunciankupada pinggangnya.. “Okay, sekarang kita makan dulu, nanti kita lanjutin ya.. Masa nomor Ranggi dilupain siiihh” seru manja suara diseberang.. Tak terasa butuh waktu – hampir 45 menit untuk berhasil menelanjangi tubuh calon sekretarisku yang cantik ini, dan perlawanannya semakin melemah.. “Kalo bapak bisa dan perlu, saya mau pak jadi sekretaris bapak. Nanti sambil kita makan siang bareng aja, kamu omongin keperluan kamu ya..” kataku..




















