Untungnya dia tidak bergerak-gerak, tapi batangku terasa nyaman dalam jepitan daging kemaluannya yang hangat. Padahal aku udah percaya banget ama dia… sampai aku rela ngasih semuanya buat dia…”(Betul kan dugaanku tadi? Bokep stw Huu~hhh…” Air mata Belinda kembali mengalir.Di depanku ada seorang gadis yang menangis. Dan sensasi terakhir yang kudapat adalah dengan Belinda. Belinda malah menoleh ke Jordy yang kemudian tersenyum.“Satu lagi. “Hidupku udah kacau, Om… Kuliahku berantakan. Aku mendengar dengan miris selagi Belinda menceritakan bagaimana dia terlena dan sesudahnya baru menyesal.“Ya ampun, Bel, aku nggak nyangka Jordy seperti itu…” potongku, sementara tanganku bergerak sendiri merangkul Belinda berusaha menghibur, tapi Belinda seperti tak peduli dan terus bicara.“Habis itu, foto-fotonya terbit di majalah. Lama-lama aku merasa iri juga dengan si Agus pacarnya itu.




















