Aku hanya tertawa saat kepalannya menyentuh lenganku. Bokep live Betapa aku menikmati ketakjuban perasaan yang dibawanya. Waktu itu… aku yang memintanya.”
“Ah?”Surabaya, Keesokan Harinya“Ray, si pemburu. Menemuiku dan meminta maaf?”
Kutatap mata Jay, mencoba menyelami perasaannya, sama seperti dulu. Meninggalkan Jay. Kenapa dengan itu?”
Chie terdiam sesaat, menghentikan gerakan ballpoint di tangannya. Kini semua rangkaian cerita sudah lengkap.Akulah Ray. Oh dia ada di sini, ke sini saja. Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. Meninggalkan Jay. Oh God.Jay memang harus diakui memiliki hati dan jiwa yang sungguh luar biasa. “Aku akan berangkat ke Australia akhir Oktober.”
Aku terenyak, mengangkat tubuhku dan menatap matanya bertanya-tanya. Membuatku salah tingkah dengan kegelianku sendiri. Dan karena itu pulalah aku tidak menghajarnya, walaupun itu adalah tujuanku sejak semula. Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk, ia pasti sudah melayangkan bogem




















