“Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. XNXX Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah.




















