Kalau saja ….Aku memandang ke samping. Semakin cepat. Bokep china “Nuwun nggih mbak.”Aku duduk menunggu. Seperti menghayati sesuatu. Ah, peduli amat.Aku kembali menutup mataku. Harum rambut dan parfumnya mulai merasuki hidungku. Pelan dan sedikit menekan. Tangan dia sepertinya cerdas, kembali mencari sasarannya yang tadi lepas. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru saja mempunyai anak. Benar-benar mulus. Orang-orang makan malam dan ke belakang. Tidak melorot sih sebenarnya. Tangan ibu itu mulai duluan, menyusup di bawah sweater, mencari “adikku” yang mulai tegang lagi. Ibu itu kini sedang sibuk memberikan makan kepada anaknya. Agak lama dia membukanya. Aku tidak tahan ……Sekarang posisiku berubah. Kalau saja Mei di sampingku, pasti kepalanya sudah bersandar di bahuku, dan tangannya memeluk lenganku.



















