Skandal pilot-pramugari memang benar ada. Bokep indonesia “Mas mau makan di mana ?”, kudengan suara Sari yang sekamar dengan Noni. “Nov…”
Matanya terbuka menantangku melakukan yang lebih. “Uh kelamaan ngobrol kapan akrabnya!”
“Kan nggak enak ngobrol di telepon…”
“Ke sini dong”
“Eh, ke kamar?”
“Iya”
“Waduh…”
“Kenapa.., takut?”
“Enggak.., gak enak aja kalo ketemu temen di lantai dua”
Aku diam sebentar, aku yakin Ana baru berpikir keras. Dari arah pintu masuk aku berjalan perlahan dengan pandangan mata hampir tak berkedip ke arah receptionist itu. “Ooo…”
“Ya udah, nanti aku yang telpon kamu.., Oke?”
“Iya Ias”
“Namamu siapa ?”, tanyaku sambil melirik kartu nama di dada kirinya. Masih ada dua rute lagi harus kami jalani untuk sampai ke pulau Tarakan. Matanya melirik tajam penuh arti, meskipun bukan pandangan nakal. Dan dugaanku memang tak meleset.




















