Toh, memang ini penumpang yang terakhir. Indo bokep Matanya merem melek lidahnya menjulur membasahi bibirnya sendiri, mendesah lagi.. Aku semakin mendapat keberanian untuk mengelus wajahnya. Tak lama setelah keberangkatan Pipit aku pindah ke Jakarta. Bibirnya basah-basah madu. Belum sampai aku menstater mobil pickupku, Bu Murni sambil berlari kecil ke arahku.. Tungguin sebentar ya..”
Aku tidak jadi menstater dan sambil membuka pintu mobil aku tersenyum karena inilah saatnya aku bisa puas mengenal si Pipit. Sekarang tidak berlama-lama lagi sambil berdiri. Sambil ngobrol ngalor-ngidul aku antar dia sampai dirumahnya yang memang agak jauh dari pasar tempat dia berjualan kain-kain dan baju. Dari dalam aku mendengar suara seperti memerintah kepada seseorang.. Hingga akhirnya secara tak disengaja aku kenal seorang pelanggan yang biasa menggunakan jasa angkutan barang pasar yang kebetulan aku yang mengemudikannya. Ngapain sih kok mau jauh-jauh ke Malaysia, kan jauh..




















