“ya kalau udah ngetop bisnis ini kan bisa ditinggalkan atau diserahkan ke anak buah”
Selama pembicaraan kami sama sama mengepulkan asap rokok, ruangan jadi terasa pengap, apalagi tak ada ventilasi untuk ruangan ber-AC seperti ini. “nggak usah celingukan gitu, ntar dikira anak kehilangan bapaknya” katanya dari telepon, berarti dia memang di daerah lobby.Kusapukan mataku ke pelosok lobby, namun tak kulihat juga tampangnya, hingga kurasakan colekan di pundakku dari belakang.“sialan kamu” kataku sambil mematikan hp, kulihat panther-ku sudah siap di depan. Bokepindo “… oke deh aku yakin kamu dan Toni pernah dekat tapi it was past, past is past but thanks anyway” katanya memutuskan pembicaraan. Segera kuraih penisnya, kubiarkan dia menjamah dan meremas remas buah dadaku tapi kucegah saat dia hendak menyelipkan tangannya dibalik pakaian, terlalu berbahaya, bisikku.Kami berpindah ke sofa di pojok ruangan, menghindari pandangan langsung dari pintu kamar mandi, paling




















